Laman

Rabu, 20 April 2011

Ilmu Budaya Dasar Bab 9 - Manusia dan Harapan

Nama               : Anggun Tri Wibowo
Kelas                : 1KA33
NPM                 : 10110854
Materi               : Ilmu Budaya Dasar
Kelompok        : 3
Dosen              : Ninuk Sekarsari


APA SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN




     Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap Lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satupun manusia yang luput dari pergaulan hidup.Di tengah-tengah manusia lain itulah , seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/spiritualnya.

Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan orang lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.


Dorongan Kodrat

Doronngan Kodrat Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya. Kodrat juga terdapat pada binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawa dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain. Dengan Kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.

Dorongan Kebutuhan

Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam keebutuhan hidup.
 
Kebutuhan hidup pada dasarnya dapat dibedakan atas Kebutuhan Jasmani dan Kebutuhan Rohani.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan , kemampuan manusia sangat terbatas , baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikir.

Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya Harapan dan Kebutuhan Manusia yaitu :


a) kelangsungan hidup (survival)

Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang, ppangan dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.

Setiap bayi begitu lahir di bumi menangis; ia telah mengharapkan diberi makan/ minum. Kebutuhan akan makan/minum ini terns berkembang sesuai dengan perkembangan hidup manusia

b) keamanan ( safety )

Setiap orang membutuhkan keamanan. Sejak seorang anak lahir ia telah membutuhkan keamanan. Begitu lahir, dengan suara tangis, itu pertanda minta perlindungan. Setelah agak besar, setiap anak menangis dia akan diam setelah dipeluk oleh ibunya. Setelah bertambah besar ia ingin dilindungi. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman. Dalam hal ini agama sering merupakan cara memperoleh kemanan moril bagi pemiliknya. Walaupun secara fisik keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa Tuhan memberikan perlindungan berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.

c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)

Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak jarang anak-anak remaja mengatakan kepada ayah atau ibu. “Ibu ini kok menganggap Reny masih kecil raja, semua diatur!” Itu suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya.Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai.
Sebab umumnya remaja mulai menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.

d) diakui lingkungan (status)

Setiap manusia membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup, Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa dia Harga diri orang antara lain melekat pada status orang itu. Misalnya ada anak haram, biarpun anak haram itu tingkah lakunya baik dan tidak berdosa sebab yang berdosa orang tuanya, namun masyarakat tetap memberikan cap yang negatif.

e) perwujudan cita-cita (self actualization)

Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangakatannya atau profesinya. Pada saar itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.

Sumber :
 1 2 3

CASE STUDY :

studi kasus saya ambil dari artikel harapan Bung Karno Untuk Indonesia
Beri Aku 10 Pemuda maka Akan Kuguncang Dunia


Siapa tak kenal kalimat diatas? ya kalimat itu merupakan sepenggal dari pidato Bung Karno semasa ia menjabat sebagai presiden Republik Indonesia. “100 orang hanya bermimpi, tetapi berikanlah aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia!” itulah sepenggal kalimat lengkapnya.

Apa artinya? Bung Karno mewakili rakyat Indonesia yang berharap bahwa pemuda akan dapat terus berkarya, karena pemuda adalah generasi penerus bangsa! Lakukan apa yang engkau bisa untuk mengguncang dunia!

Pemuda adalah benih-benih bangsa, ya memang itu kenyataannya. Sama seperti Bung Karno yang dapat memerdekakan Indonesia di kala ia masih muda. Bahkan ia dapat dikatakan terlalu muda untuk dapat menjadi seorang Presiden.

Oleh sebab itu, janganlah bermalas-malasan hai pemuda, berbuatlah! Lakukan sesuatu yang baik bagi negaramu! Jangan kau turuti imperialisme dan kapitalisme barat! Ingatlah Pancasila, ideologi yang merasuk ke dalam hati kita bangsa Indonesia! Dia lah cita-cita bangsa! Isilah kemerdekaan yang masih kosong ini!

“To Build The World a New

“Lakukan apa yang kita bisa mulai dari sekarang, untuk masa depan!

Sumber

OPINION :
 

Pendapat saya,setiap orang punya harapannya sendiri namun jarang yang mempunyai harapan untuk masa depan orang lain.seperti halnya harapan para pemuda diera proklamasi dulu, mereka lebih memikirkan harapan orang banyak ketimbang harapannya sendiri. Dengan demikian maka hasil yg diraihnya jelas dan puas dalam hati mereka masing-masing.


Ilmu Budaya Dasar Bab 8 - Manusia dan Kegelisahan


Nama         : Anggun Tri Wibowo

Kelas          : 1KA33
NPM           : 10110854
Materi        : Ilmu Budaya Dasar 
Kelompok  : 3
Dosen        : Ninuk Sekarsari

Keterasingan



     Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu dalah dari kata dasar terasing. kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil. jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang , sehingga ia dapat atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.

Bentuk Keterasingan Manusia Menurut Marx :
 

Keterasingan manusia untuk menghasilkan tindakan. Marx melihat masalah dengan tindakan nyata produksi, artinya, dia pikir hubungan antara manusia dan aktivitas kerja yang sebenarnya, jika dipaksa, adalah tidak wajar. Dengan bekerja sebagai alat untuk mencari kepuasan bukan pekerjaan yang memuaskan dalam dan dari dirinya sendiri, laki-laki memisahkan diri dari proses dan menderita sebagai hasilnya. Dengan melakukan hal ini, ia kemudian tunduk pada Marx, Äôs bentuk ketiga dari pemisahan.

Keterasingan manusia dari diri. Karena manusia telah memisahkan diri dari kedua objek dan tindakan memproduksi benda itu, ia juga memisahkan dirinya dari dirinya sendiri. Dia telah, dengan menjalani kehidupan peraturan sub pengorbanan diri, mengurangi dirinya untuk properti. Dia tidak lagi milik dirinya sendiri, sebaliknya, dengan menjadi objek, dengan memisahkan diri dari pekerjaannya, dengan memberikan diri untuk bekerja, dia milik yang lain, atau benar-benar akan terlihat, untuk kapitalisme. Marx mengacu pada ini sebagai terasing dari yang, Äúspecies-hidup, AU dan kesadarannya. Ini mengarah langsung ke Marx, bentuk keempat Äôs keterasingan

Keterasingan manusia dari manusia lainnya. Dengan memisahkan diri dari hidup spesies, mereka juga memisahkan diri dari orang lain. Man, Äôs hubungan untuk dirinya sendiri adalah menyadari dan mengungkapkan paling menonjol melalui interaksi dengan orang lain. Jika ia telah memisahkan diri dari dirinya sendiri, ia tidak mampu hidup dalam kehidupan jenis dan berinteraksi dengan orang lain sama sekali. Manusia mulai memperlakukan dan melihat orang lain sebagaimana ia telah datang untuk mengobati dan melihat dirinya sebagai hasil dari keterasingan.


Kesepian



      Kesepian adalah rasa yang dirasakan individu manusia karena menganggap dirinya tidak ada yang memperhatikan. Kesepian sikap yang tidak memandang bahwa ada hal lain yang harus di pilih dalam kehidupan.

Kesepian merupakan kondisi yang tidak menyenangkan, dan berdasarkan pengalaman berhubungan dengan tidak mencukupinya kebutuhan akan bentuk hubungan yang akrab atau intimasi (Sullivan dalam perlman & Peplau, 1982). Sermat (dalam Peplau & Perlman, 1982) berpendapat bahwa kesepian merupakan hasil dari interpretasi dan evaluasi individu terhadap hubungan sosial yang dianggap tidak memuaskan. Orang akan merasa kesepian bila intensitas hubungan social yang diharapkannya tidak sesuai atau kurang dari apa yang merupakan kenyataannya. Sedangkan Peplau dan Perlman (1982) mendifinisikan kesepian sebagai pengalaman yang tidak menyenangkan, yang terjadi ketika hubungan social individu tidak berjalan sesuai yang diharapkannya. Young (dalam Perlman & Peplau, 1982) menyatakan bahwa kesepian merupakan respon individu atas ketidakhadiran yang dirasa sangat penting dari social reinforcement.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kesepian adalah keadaan yang diakibatkan oleh perasaan tidak pernuhi kebutuhan keakraban, adanya hasil persepsi dan evaluasi hubungan social yang kurang memuaskan, dan kurang adanya reinforcement sosial. Karakteristik Kesepian Fromm-Reichman, Lopata, dan Young (dalam Yuniarti, 2002) menyebutkan karakteritik kesepian adalah sebagai berikut:
a.tidak terpenuhinya kebutuhan akan keakraban
b.hasil persepsi dan evaluasi hubungan sosial yang kurang memuaskan
c.kurang adanya reinforcement sosial.

CASE STUDY :

Studi kasus kali ini saya ambil dari artikel mengenai kesepian...

Kesepian Menular seperti Virus

Kesepian ternyata mirip wabah flu, bisa menyebar dalam sekelompok orang di dekatnya. Begitulah menurut suatu penelitian terbaru. Kalau flu bisa tersebar lewat berjabat tangan, orang bisa "terjangkit" kesepian melalui interaksi yang negatif.
 

Menurut penelitian John Cacioppo, psikolog dari Universitas Chicago, seseorang yang kesepian biasanya tak mudah memercayai orang lain sehingga masalah kecil bisa menjadi besar. Lirikan atau kata-kata yang sedikit janggal, yang biasanya tak akan dipermasalahkan oleh seorang yang ceria, bagi orang yang kesepian bisa sangat menyinggung sehingga memicu suatu siklus interaksi negatif yang mengakibatkan hilangnya teman-teman.

Intinya, seseorang yang kesepian akan kehilangan hubungan dengan orang lain dan orang lain itu juga bisa terputus hubungannya dengan orang-orang lain lagi. Akhirnya, orang-orang yang hubungannya terputus itu berisiko menjadi golongan yang terasing dari kelompok sosial.

"Seseorang yang kesepian mengantisipasi reaksi negatif dari orang lain, dan akhirnya mereka memang mendapatkan reaksi negatif itu dalam lingkungan. Sebagian karena mereka mengantisipasinya dan sebagian karena mereka sendiri yang mengundang reaksi itu," kata Cacioppo.

Temuan ini, yang diterbitkan dalam jurnal
 Personality and Social Psychology edisi Desember mengindikasikan bahwa kesepian bukanlah bagian dari sifat, seperti dalam ungkapan "orang itu sifatnya penyendiri". Namun, kesepian merupakan suatu keadaan seperti kelaparan.

"Pada dasarnya, kita adalah makhluk sosial. Maka dari itu, kita perlu orang lain untuk bekerja sama," ujar Cacioppo. Karena itu, kesepian mungkin bisa saja merupakan evolusi dari perasaan bahwa ada orang yang mengucilkan Anda

Sumber

OPINION : 

Pendapat saya :setiap orang /manusia tidak akan terlepas dangan dengan orang /manusia lain,karena mereka saling membutuhkan untuk hidup. Apa lagi diera yang sudah serba sayber banyak sekali cara untuk terhindar dari kesepian.salah satunya dengan menggunakan facebook atau jejaring social. Walaupun keadaan dirumah sepi atau senyap kita tetap bisa tertawa sendiri (terhibur) dengan menggunakan jejaring social ini ,apa lagi sekarang bisa internetan dengan hanya menggunakan HP saja sungguh luar biasa bukan.
Tetapi kita sebagai mahluk hidup hendaknya harus tetap berkomunikasi secara langsung dengan orang lain agar kita tidak kaku atau salah ketika berbicara dengan orang lain yang ada dihadapan kita. kehidupan berjalan positif.




Sabtu, 02 April 2011

Pancasila Paradigma Kehidupan Bangsa Indonesia

 

        a
Paradigma Kehidupan Bangsa Indonesia

1. Sejak bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya telah sepakat untuk menentukan Pancasila menjadi dasar negara. Bangsa Indonesia selalu berusaha untuk mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan berne- gara. Dalam kenyataan masih terdapat kerancuan bagaimana implementasi Pancasila dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
2. Dalam era globalisasi, dengan perkembangan teknologi komunikasi dan infor- masi yang sangat pesat, manusia dihadapkan pada sistem nilai baru yang selalu mengalami perubahan demikian cepat sehingga bagi bangsa yang tidak memiliki pegangan hidup akan terombang ambing oleh keadaan yang serba tidak menentu. Dalam situasi kehidupan yang demikian, mutlak diperlukan adanya paradigma kehidupan berbangsa dan bernegara yang dapat dijadikan panduan masyarakat Indonesia.
3. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Kehidupan Bernegara (LPPKB) telah berhasil menyusun Pedoman Umum Implementasi Pancasila Dalam Kehi- dupan Bernegara, namun masih perlu dirumuskan ke dalam Paradigma yang secara operasional dapat digunakan sebagai pedoman dan model baik dalam merumuskan kebijakan publik maupun sebagai acuan kritik, untuk menentukan mana yang sesuai atau yang tidak sesuai dengan Pancasila.
4. Paradigma yang dalam bahasa Inggrisnya paradigm, oleh Thomas Kuhn diberi makna sebagai :
An entire constellation of beliefs, values and techniques, and so on, shared by the member of a given community; a Paradigm is the Gestalt (= the whole is more than the sum of its parts) that forms a ”Weltanschauung” (World view).
The term is used to describe the set of experiences, beliefs and values that affect the way an individual perceives reality and responds to that perception.
Dengan demikian, paradigma dapat dimaknai sebagai : Suatu pola menyeluruh  dari kepercayaan, nilai dan cara atau metoda yang dapat diterima oleh anggota masyarakat tertentu. Suatu paradigma bukan merupakan penjumlahan dari, melainkan merupakan suatu kesatuan yang menyeluruh dari, elemen pendu- kungnya dan membentuk suatu pandangan hidup (Weltanschauung), yang menggambarkan bagaimana seperangkat pengalaman, keyakinan dan nilai dapat mempengaruhi persepsi seseorang terhadap kenyataan serta bagaimana menyikapinya.
Dengan pengertian paradigma semacam itu maka dapat dirumuskan Pancasila sebagai paradigma kehidupan berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia.
Paradigma Kehidupan Bangsa Indonesia
1. Pancasila yang diamanatkan oleh Pembukaan Undang-Undang Dasar Repu- blik Indonesia 1945 adalah dasar negara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
2. Pancasila sebagai dasar negara merupakan cita negara (staatsidee) sekaligus cita hukum (rechtsidee) bagi NKRI, berfungsi konstitutif dan regulatif bagi kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Segala peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI harus bersumber dari Pancasila.
3. Segala peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. Mengakomodasi kepentingan dan aspirasi seluruh masyarakat, bukan untuk kepentingan orang perorang maupun kelompok tertentu;
b. Berlandaskan nilai moral, adat-istiadat dan hukum yang berlaku;
c. Mencegah eksklusivisme kedaerahan;
d. Memperkokoh wawasan kebangsaan dan persatuan Indonesia dalam NKRI;
e. Pengambilan keputusan dilaksanakan secara musyawarah seluruh komponen bangsa untuk mencapai mufakat;
f. Mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
4. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kedaulatan ada di tangan rakyat. Rakyat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasinya, rakyat mematuhi segala ketentuan yang telah menjadi kesepakatan bersama. Implementasi kedaulatan rakyat dan pelaksanaan hak asasi manusia tidak bertentangan dengan prinsip dan nilai budaya bangsa.
5. Pancasila adalah dasar falsafah (filosofische grondslag), sebagaimana dikemukakan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pancasila berisi konsep, prinsip dan nilai yang merupakan kebenaran serta dijadikan landasan bagi kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.
6. Pancasila berisi konsep yang merupakan kebenaran dan tidak terbantahkan. Konsep tersebut di antaranya bahwa :
a. Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia dan seluruh alam semesta dalam keadaan saling keterikatan dan ketergantungan.
b. Tuhan menetapkan hukum yang ketat dalam mengatur eksistensi, pertumbuhan dan perkembangan makhluk ciptaan-Nya. Di antara makhluk ciptaan Tuhan, manusia didudukkan sebagai khalifatullah.
c. Setiap makhluk diciptakan sesuai kodrat, martabat dan harkat, serta dalam mengembangkan eksistensi dan kelestariannya berjalan secara proporsional, dengan tetap memelihara keselarasan, keserasian dan keseimbangan kehidupan secara harmonis.
d. Tuhan menganugerahi manusia dengan kemampuan dan kebebasan berfikir, berperasaan, berkemauan untuk berkarya dengan penuh tanggung jawab.
7. Pancasila mengandung prinsip religiositas, humanitas, nasionalitas, sovereinitas dan sosialitas, yang menjadi jati diri bangsa dan dirumuskan dalam sila :
a Ketuhanan Yang Maha Esa;
b Kemanusiaan yang adil dan beradab;
c Persatuan Indonesia;
d Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan;
e Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila sebagai wawasan nasional (national insight) bersifat komprehensif dan sila-silanya saling menjiwai secara sinergik.
8. Pancasila merupakan perwujudan suara hati nurani rakyat Indonesia, yang juga merupakan dambaan dan tuntutan ummat manusia pada umumnya, di antaranya:
a Kemerdekaan, bebas dari penjajahan, penindasan dan eksploitasi oleh pihak asing.
b Bebas mengeluarkan pendapat, bebas dari kemiskinan, bebas memeluk agama, dan bebas untuk merdeka dalam mewujudkan kehidupan bersama yang lebih baik.
c Kesetaraan dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya serta keamanan nasional.
d Pengakuan terhadap kehidupan pluralistik, ditinjau dari segi etnisitas, suku, agama, bahasa, budaya, adat-istiadat dan berbagai kepentingan,.
9. Pancasila menjadi pengikat atau ligatur (cultural bond) dan wadah kemajemukan bangsa ditinjau dari segi kesukuan, budaya, adat-istiadat, agama, aliran kepercayaan, dan kepentingan untuk mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika.
10. Pancasila memiliki konsep dasar kekeluargaan, kebersamaan dan persa- tuan, sehingga menolak faham fundamentalistik dan radikalistik dari individual- isme, liberalisme, kapitalisme, imperialisme, materialisme dan sebagainya.
11. Pancasila merupakan ideologi nasional menjadi bintang pemandu atauLeitstern dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara, meliputi kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya serta keamanan nasional untuk :
a. Mencapai cita-cita nasional yaitu negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dan
b. Melaksanakan tugas negara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencer- daskan kehidupan bangsa; dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berda- sarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
12. Pancasila menjadi moral bangsa, pola fikir, pola sikap dan pola tindak warganegara Republik Indonesia mencerminkan konsep, prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila, antara lain :
a. Segala sikap dan perilaku warganegara dilandasi prinsip mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia;
b. Setiap warganegara dapat mengendalikan diri dalam menentukan sikap, tingkahlaku dan perbuatan yang mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau golongan.
c. Setiap warganegara merasa malu terhadap sikap, tingkahlaku dan perbuatan yang tidak terpuji, berani mengakui kesalahan sendiri serta mengakui kebenaran pihak lain.
d. Bangsa Indonesia bertujuan mewujudkan kebenaran, kebaikan dan keadilan secara jujur dan penuh tanggung jawab.
Penutup
Paradigma Kehidupan Bangsa Indonesia ini dimaksudkan untuk dipergunakan sebagai acuan setiap warganegara utamanya para penyelenggara negara dan pemerintahan dalam menentukan kebijakan, melaksanakan kegiatan dan mengadakan evaluasi hasilnya serta dalam menghadapi berbagai dinamika perubahan.
Paradigma Kehidupan Bangsa Indonesia ini akan dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk yang lebih rinci sehingga akan memudahkan bagi imple- mentasinya.
GLOSARI
Berikut disampaikan beberapa istilah atau pengertian yang terdapat dalam Pancasila Paradigma Kehidupan Bangsa Indonesia. Semoga glosari ini akan lebih mempermudah berbagai pihak yang berusaha untuk memahami gagasan atau konsep yang terdapat dalam Paradigma dimaksud.
1. Cultural bond atau ikatan budaya merupakan gagasan dasar atau konsep yang terdapat dalam budaya masyarakat tertentu yang menjadi pengikat masyarakat dalam bersikap dan bertingkah laku, utamanya dalam menghadapi permasalahan dan dalam memecahkannya. Bagi bangsa Indonesia cultural bond tersebut adalah Pancasila. Prof. Dr. Roland Peanock dalam bukunya Democratic Political Theory, cultural bond dalam bidang politik disebut ligature, diambil dari kata Latin ligatura yang bermakna sesuatu yang mengikat. (M. Syafaat Habib)
2. Filosofische grondslag adalah dasar filsafati yang dimanfaatkan sebagai landasan atau dasar bedirinya suatu negara. Istilah tersebut disampaikan oleh Bung Karno pada pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 di depan BPUPKI. Setiap negara memiliki filosofische grondslag yang berbeda, meskipun terdapat pula negara yang memiliki filosfische grondslag yang sama. Filosofische grondslag berisi konsep dan prinsip yang dimanfaatkan oleh warganegara dalam hidup berbangsa dan bernegara. Bagi bangsa Indonesia filolsofische grondslag tersebut tiada lain adalah Pancasila, merupakan filosofische grondslag yang original, tidak meniru negara yang lain.
3. Fundamentalis berasal dari bahasa Latin fundamentum yang berarti basic atau dasar. Fundamentalis sering diberi makna sesuatu yang bersiat mendasar, yang kadang-kadang berkonotasi an extreme conservative, kekolotan yang luar biasa. Beberapa contoh misalnya adanya Protestant fundamentalism. Di abad ke delapanbelas terdapat aliran dalam agama Islam yang ingin kembali pada ajaran yang asli dari Nabi Muhammad s.a.w. yang di antaranya dikembangkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab. Dengan berpegang teguh pada Al Quran dan Hadits Nabi, segala perkara di luar itu ditolaknya, utamanya gagasan mengenai sekularisme. Hasan Al Banna, seorang ulama Mesir di awal abad ke duapuluh mengembangkan gerakan Ikhwanul Muslimin yang menetapkan suatu doktrin : (a) Allah tujuan kami, (b) Rasulullah teladan kami (c) Al Quran pedoman kami, (d) Jihad jalan kami, dan (e) Mati syahid cita-cita tertinggi kami.
Sifat fundamentalis sering dibarengi dengan fanatisme ialah suatu keyakinan yang buta dan berkelebihan, sehingga menuntun ke arah perbuatan yang meninggalkan akal budi dan menjadi membabi buta.
4. Gestalt bermakna cara keterikatan di dalam suatu keseluruhan/kesatuan, de wijze van verbondenheid in de totaliteit. Dalam memberikan makna terhadap sesuatu hal tidak merupakan penjumlahan dari unsur-unsur yang menjadikannya. Bahwa suatu perkara yang merupakan suatu kesatuan memiliki arti dan nilai lebih dari hanya jumlah unsur yang membentuknya. Sebagai contoh untuk memahami makna rumah tidak hanya menjumlahkan sifat-sifat yang terdapat pada bahan-bahan yang merupakan unsur rumah, tetapi bahwa rumah memiliki makna yang lebih dari unsur-unsur tersebut.
5. Globalisasi pada awalnya merupakan suatu gerakan dalam bidang ekonomi, yakni untuk menciptakan perdagangan bebas di dunia, akhirnya menyentuh pula bidang-bidang yang lain. Sekurang-kurangnya dewasa ini telah menyentuh pada bidang ekonomi, politik, informasi, kehidupan sosial, dan keamanan. Semboyan yang berkembang adalah “the borderless world,” atau “one world with many cultures.”
Esensi globalisasi adalah keterbukaan dan kebebasan; yang merupakan pencerminan hak asasi individu. Dalam bidang ekonomi globalisasi akan menampakkan wajahnya dalam bentuk perdagangan bebas atau liberalisasi perdagangan. Dalam bidang politik, globalisasi akan nampak dalam gerakan demokrasi dan hak asasi manusia. Dalam bidang informasi, globalisasi terwujud dalam internet dan web society, suatu masyarakat maya, cybernetic society, berupa jaringan antar manusia yang bebas tidak dihambat oleh batas-batas antar negara dalam mengadakan tukar menukar informasi. Dalam kehidupan sosial berkembang suatu masyarakat yang disebut masyarakat madani sebagai terjemahan civil society. Dalam bidang keamanan dikembangkan konsep keamanan dunia. Diciptakan musuh yang harus dilawan yang dianggap mengganggu ketenteraman dunia. Konsep terorisme dikembangkan dan dijadikan musuh dunia.
6. Individualis adalah sifat yang menggambarkan keadaan yang mengagungkan individu dan mengutamakan kepentingan individu. Sifat individualis adalah sebagai akibat dari penerapan yang kurang tepat dari faham individualisme yang menghargai dan menghormati harkat dan martabat manusia sebagai pribadi. Individualisme sebagai turunan dari faham humanisme yang memperjuangkan hak asasi manusia. Sifat individualis tidak memperdulikan pihak lain, bahkan masyarakat beserta norma yang dipegangnya, tidak dipergunakan sebagai acuan dalam bersikap dan bertingkah laku.
7.Komprehensif bermakna cakupan secara lengkap atau hampir lengkap dan secara rinci terhadap suatu hal ihwal.
8. Konstitutif yang merupakan turunan dari kata konstitusi berasal dari kata Latin constituere yang berarti menetapkan atau menentukan. Hal ihwal atau perkara yang berkedudukan konstitutif menentukan bahwa segala pola tindak dan perilaku harus bersendi dan mengacu pada hal ihwal tersebut. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, prinsip dan nilai yang terdapat dalam hal ihwal yang berkedudukan konstitutif dijadikan dasar dalam penyususunan segala peraturan perundang-undangan. Dengan demikian Pancasila yang berkedudukan konstitutif bermakna bahwa segala peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia harus merupakan derivasi dari prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila.
9. Leitstern, bahasa Jerman yang terdiri atas dua kata leit yang berarti memimpin dan Stern yang berarti bintang, sehingga Leitstern berarti bintang pemandu. Istilah Leitstern dipopulerkan oleh Bung Karno dalam berbagai pidato, yang oleh Bung Karno disebutnya leidstar. Pancasila oleh Bung Karno disebut sebagai leidstar yang merupakan cita-cita dan memberikan arah serta petunjuk bagi bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan.
10. Liberalisme berasal dari kata Latin libertas atau libre yang bermakna bebas atau merdeka. Liberalisme merupakan suatu faham yang bersumber dari faham naturalisme dan individualisme, berpendapat bahwa perkembangan ummat manusia terletak pada perkembangan individu dan sesuai dengan hukum alam.
Dalam bidang kerohanian dan politik berkembang dalam bentuk reformasi yang menentang absolutisme dengan memperjuangkan kebebasan jiwa, kehidupan bernegara, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. Dalam bidang ekonomi berkembang dalam bentuk perdagangan bebas dengan menerapkan semboyan “Laissez faire, laissez passer, et le Monde va de lui meme.” Biarkan jalan dan dunia akan berjalan dengan sendirinya. Dalam mengejar kesejahteraan dan kebahagiaan diserahkan sepenuhnya pada kebebasan dan kemampuan individu Faham liberalisme mendorong terjadinya pesaingan yang ketat, siapa yang kuat dialah yang akan menang. Namun kemudian berkembang yang namanya neo-liberalisme yang memperhatikan juga kesejahteraan bagi masyarakat pada umumnya.
11. National insight berarti keinsafan nasional, merupakan kesadaran yang terdalam mengenai kehidupan berbangsa. Bahwa dalam hidup berbangsa terdapat ketentuan-ketentuan yang mengikat berupa konsep yang mendasar yang menjadi landasan bagi hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Konsep tersebut diyakini, dan bila diimplementasikan secara konsisten akan membawa keadilan kesejahteraan an kebahagiaan.
12. Radikal dari kata Latin radix yang berarti akar, sehingga radikal bermakna suatu kondisi yang menggambarkan terjadinya perubahan dari akar-akarnya. Radikal juga memberikan gambaran bagaimana perubahan itu berlangsung, yakni dengan cara yang agresif, tanpa kenal kompromi, dan biasanya tidak mengindahkan etika dan pola laku yang terpuji.
13. Rechtsidee berarti cita hukum berisi konsep, prinsip dan nilai yang dipergunakan sebagai acuan dalam menyusun segala peraturan-perundangan sehingga akan menjamin terwujudnya keadilan. Rechtsidee bagi bangsa Indonesia adalah konsep, prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila.
14. Regulatif berasal dari kata Latin regula yang bermakna straightedge, rule, lempang, mengatur. Regulatif bermakna mengarahkan atau mengatur sesuai dengan ketentuan sehingga dapat mencapai tujuan akhir. Pancasila bersifat regulatif bermakna bahwa segala sikap dan tingkah laku warganegara diatur sesuai dengan prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam menuju cita-cita bangsa.
15. Sinerjik berasal dari kata Yunani/Grik synergos yang berarti kerja bersama. Sinerjik menggambarkan suatu tindakan bersama, dengan cara menggabungkan semua potensi yang terlibat sehingga menghasilkan kekuatan yang berlipat. Mungkin sinergi berasal dari penggabungan dua kata synchronized energy.
16. Staatsidee bermakna cita negara, berisi konsep dan prinsip serta ketentuan-ketentuan yang melandasi terbentuknya negara ditinjau dari bentuk, susunan dan lembaga-lembaga negara dimaksud.
17. Wawasan adalah cara pandang seseorang dalam memberi makna dan bagaimana bersikap terhadap sesuatu hal ihwal yang menjadi perhatiannya. Misal wawasan nusantara yang memandang bahwa Negara-bangsa Indonesia terdiri atas ribuan pulau dengan lautan di ataranya yang merupakan penghubung pulau-pulau tersebut, sehingga membentuk suatu kesatuan.
18. Weltanschauung bahasa Jerman, dalam bahasa Belanda disebut wereld beschouwing yang bermakna pandangan dunia, merupakan konsep filsafat praktis tentang hidup dan kehidupan. Weltanschauung sering diterjemahkan sebagai pandangan hidup. Dengan bersumber dari konsep filsafati mengenai eksistensi dan hakikat manusia, bangsa Indonesia memberi makna tentang hakikat hidup dan kehidupan sesuai dengan konsep filsafati yang terkandung dalam Pancasila, untuk kemudian dikembangkan menjadi pandangan hidup bahwa :
a. Manusia hidup dalam kebersamaan, saling tergantung dalam kehidupan bersama. Hidup tidak memiliki makna tanpa adanya pihak lain.
b. Hakikat hidup adalah memberi, melayani pihak lain.
c. Yang diutamakan adalah terwujudnya kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, tanpa mengabaikan kepentingan pribadi. Tidak ada artinya hidup mewah untuk diri pribadi kalau tetangga menderita.
d. Mengutamakan musyawarah untuk mufakat.
e. Hidup di dunia tidak dapat dilepaskan dari kehidupan akhirat.
f. Dsb.


Selasa, 29 Maret 2011

Ilmu Budaya Dasar Bab 7 - Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian

Ilmu Budaya Dasar Bab 7 - Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian


Nama               : ANGGUN TRI WIBOWO
Kelas                : 1KA33
NPM                 : 10110854
Materi              : Ilmu Budaya Dasar 
Kelompok        : 3
Dosen              : Ninuk Sekarsari
Pengabdian


     Manusia di dalam hidupnya selaku makhluk Tuhan selain dibebani tanggung jawab, mendapatkan hak dan mempunyai kewajiban, untuk melaksanakan hal- hal tersebut perlu pengabdian bahkan pengorbanan.

Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.

Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja.
Pengertian pengabdian menurut WJS. Poerwodarminto adalah perihal/ hal- hal yangberhubungan dengan mengabdi. Sedangkan mengabdi adalah suatu penyerahan diri kepada ”suatu” yang dianggap lebih, biasanya dilakukan dengan ikhlas, bahkan diikuti dengan pengorbanan. Di mana pengorbanan berarti suatu pemberian untuk menyatakan kebaktian, yang dapat berupa materi, perasaan, jiwa raga.

Macam - Macam Pengabdian

     Sebetulnya muculnya pengabdian karena adanya rasa tanggung jawab, baik terhadap Tuhan sebagai Penciptanya terhadap diri sendiri, terhadap keluarga dan terhadap masyarakat. Oleh karena itu pengabdian pengabdian dibedakan antara lain :
1. Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha Esa, 
yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan. Contoh: Umat Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari, melakukan zakat, melaksanakan kurban dan sebagainya, itu semua tidak lain adalah untuk pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa.
   
2. Pengabdian kepada masyarakat, 
ini timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan pengabdian juga pengorbanan. Contoh: Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.
   
3. Pengabdian kepada raja,
yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya, karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi. Contoh: Seorang gadis dengan suka rela dijadikan selir oleh rajanya.
  
4. Pengabdian kepada negara,
timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa. Contoh: Dalam usaha merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak pemuda yang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.
   
5. Pengabdian kepada harta, 
ini terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupinya, sehingga tindakan- tindakannya semata- mata demi harta. Kadang- kadang ia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk mempertahankan hartanya, yang akhirnya tidak dapat menikmati hartanya.
   
6. Pengabdian kepada keluarga, 
ini timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.

Jadi dengan melihat pengertian maupun macam- macam pengabdian/ pengorbanan, memahami arti dan makna pengabdian dan pengorbanan, diharapkan kita meneladaninya, karena sebenarnya hakekat pengabdian/ pengorbanan adalah merupakan usaha memikul tanggung jawab dan melaksanakan kewajiban sebagai manusia.

Sumber : 1 2

CASE STUDY :

Studi kasus saya ambil dari berita yang berhubungan dengan pengabdian seorang guru.

KOMPAS.com — Erupsi Merapi menjadi momentum ujian panggilan jiwa sejumlah guru. Di tengah kecemasan terhadap keluarga dan kesulitan pribadinya, sejumlah guru yang sempat dan masih mengungsi tetap aktif mengajar. Demi sebuah pengabdian.

Sunanto (55) sedikit bernapas lega. Mulai Jumat ini, guru Pendidikan Kewarganegaraan SMP Negeri 2 Pakem, Sleman, DIY, itu sudah bisa berangkat kembali mengajar dari rumahnya. Kamis kemarin, ia yang tinggal di Dusun Duwetsari, Desa Pakembinangun, Pakem, Sleman, itu sudah dapat kembali ke rumahnya karena dinyatakan aman.

Sepekan terakhir, Sunanto berangkat mengajar ke posko pendidikan di Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika (P4TK) di Jalan Kaliurang Km 6,5, Sleman, dari pengungsiannya di daerah Godean, Sleman. Di pengungsian itu ia dan keluarganya tinggal bersama 25 pengungsi lain yang masih terbilang kerabatnya.

Sejak erupsi 5 November, 23 guru dari total 26 guru SMP Negeri 2 Pakem terpencar di berbagai lokasi pengungsian. Sejak 19 November, mereka melanjutkan proses belajar-mengajar di Gedung P4TK Matematika. Mereka berdatangan dari berbagai lokasi pengungsian untuk mengajar 236 muridnya sendiri dan sekitar 20 murid lain yang belum bisa pulang ke rumahnya.

Meski berangkat dari pengungsian, mereka tampil sebaik mungkin. Semua guru SMPN 2 Pakem rapi dengan seragam coklat tua. ”Kami tetap ingin tampil baik di hadapan murid-murid,” kata Sunanto, Kamis (25/11/2010).

Demi tampil baik itu, bukan hal mudah lagi. Dari pengungsiannya, Sunanto dan beberapa guru lain pulang ke rumah mengambil seragam. Beberapa guru bahkan terpaksa meminjam seragam karena rumahnya di kawasan sangat berbahaya.

”Saya punya dua seragam, jadi yang satu saya pinjamkan ke teman saya. Rekan-rekan guru yang punya lebih dari satu seragam lainnya juga saling meminjamkan seragam,” kata Sunanto. Mereka tak terpikir membawa seragam saat mengungsi.

Dilematis

Mengajar dalam kondisi darurat sering kali dilematis bagi guru. Selama mengajar, kecemasan akan keluarga di rumah atau di pengungsian sering kali terlintas. Namun, perasaan itu harus ditepiskan sementara demi tugas sebagai guru.

Di tengah kalut, guru Matematika SMPN 2 Pakem, Tri Wahyuni (43), tetap memikirkan murid-muridnya. Ketika erupsi Merapi pada sebuah pagi, Tri kembali ke sekolah guna mengurus murid-muridnya seusai mengantar anaknya yang masih TK di tempat aman.

”Senin pagi itu, Merapi erupsi cukup besar. Saya jemput anak saya yang masih sekolah di TK-nya lalu mengantar ke rumah agar aman. Saya sempat bimbang, mau kembali ke sekolah atau tetap bersama anak saya. Saya kembali ke sekolah karena anak saya sudah ada yang menunggu,” tuturnya.

Selama keadaan darurat, tugas mengajar menjadi jauh lebih berat. Di tengah keterbatasan, guru harus lebih sabar dan perhatian kepada murid-muridnya. Sebagian besar murid SMPN 2 Pakem harus mengungsi selama erupsi Merapi. Bahkan, empat di antaranya kehilangan rumah dan seluruh harta benda.

Namun, bencana itu justru meneguhkan panggilan jiwa sebagai guru. Di tengah masa darurat, Tri yang sudah 20 tahun mengajar justru menemukan arti pengabdian sesungguhnya. ”Di sinilah panggilan jiwa sebagai guru diuji,” katanya.

Mulai Jumat ini, sekolah darurat SMP Negeri 2 Pakem yang sepekan terakhir menempati Gedung P4TK Matematika dipindah di SD Percobaan Pakem. Jam belajar bergeser pukul 13.00-16.15 karena bergantian dengan siswa SD yang mereka tumpangi.

Para guru itu harus mengajar lagi di sekolah darurat: dengan keterbatasan dan seragam pinjaman. Di sana ada pengabdian.


OPINION :

 Seorang guru adalah hal yang sangat mulia. Menjalankan tugas yang berat yaitu untuk mencerdaskan anak-anak  bangsa.
Kasus diatas , walaupun keadaannya sedang darurat , Sebagian guru yang sempat dan masih mengungsi rupanya tetap aktif mengajar. Demi pengabdiannya terhadap bangsa.

Saya tidak suka , kalau "PAHLAWAN TANPA TANDA JASA" ini atau guru bukan bekerja demi pengabdian tetapi demi uang, anggapan ini saya rasa salah besar, karena kalau kita lihat mereka juga punya anak dan istri yang harus mereka nafkahi untuk hidup. Kalau tidak dari hasil pengabdian itu dari mana lagi mereka harus mencari nafkah?
Maka janganlah merendahkan guru dengan sebutan seperti itu, guru adalah pengajar-pengajar yang mengajari kita sampai pintar loh !!! ,qalo bukan mereka siapa lagi?????????
“hidup pahlawan tanpa tanda jasa.



Ilmu Budaya Dasar Bab 6 - Manusia dan Pandangan Hidup




Nama               : ANGGUN TRI WIBOWO
Kelas               : 1KA33
NPM                 : 10110854
Materi              : Ilmu Budaya Dasar 
Kelompok        : 3
Dosen               : Ninuk Sekarsari
Cita - Cita



      Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan perkataan lain: cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.

Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan. Disini persyaratan dan kemampuan tidak/belum dipenuhi sehinga usaha untuk mewujudkan cita-cita itu tidak mungkin dilakukan. Misalnya seorang anak bercita-cita ingin menjadi dokter, ia belum sekolah, tidak mungkin berpikir baik, sehingga tidak punya kemampuan berusaha mencapai cita-cita. Itu baru dalam taraf angan-angan.

Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor :
Pertama, manusianya yaitu yang memiliki cita-cita;
Kedua, kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan; dan
Ketiga, seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai.

Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Ada orang yag tidak berkemauan, sehingga apa yang dicita-citakan hanya merupakan khayalan saja. Hal demikian banyak menimpa anak-anak muda yang memang senang berkhayal, tetapi sulit mencapai apa yang dicita-citakan karena kurang mengukur dengan kemampuannya sendiri.Sebaliknya dengan anak yang dengan kemauan keras ingin mencapai apa yang di cita-citakan, cita-cita merupakan motivasi atau dorongan dalam menempuh hidup untuk mencapainya. Cara keras dalam mencapai cita-cita merupakan suatu perjuangan hidup yang bila berhasil akan menjadikan dirinya puas.

Suatu cita-cita tidak hanya dimiliki oleh individu, masyarakat dan bangsa pun memiliki cita-cita juga. Cita-cita suatu bangsa merupakan keinginan atau tujuan suatu bangsa. Misalnya bangsa Indonesia mendirikan suatu negara yang merupakan sarana untuk menjadi suatu bangsa yang masyarakatnya memiliki keadilan dan kemakmuran.
Kebajikan




     Kebajikan atau kebaikan pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk bermoral. Dia adalah seorang individu yang utuh, terdiri atas jiwa dan raga. Dia memiliki hati yang pada hakikatnya lagi, memihak pada kebenaran dan selalu mengeluarkan pendapat sendiri tentang pribadinya, perasaannya, cita-citanya, dan hal-hal lainnya.

Dari yang dirasakan manusia tersebut, manusia cenderung lebih memihak pada kebaikan untuk dirinya sendiri. Inilah yang membuat sebagian manusia ‘terpilah’ menjadi manusia egois, yang seringkali seperti tidak mengenal kebajikan.

Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari 3 segi, yaitu :

a. Manusia sebagai pribadi, yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati.

b. Manusia sebagai anggota masyarakat atau makhluk sosial, manusia hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, dan saling menghargai anggota masyarakat

c. Manusia sebagai makhluk Tuhan
         Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku bersumber dari pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri. Terdapat tiga hal yang menjadi faktor yang mungkin dapat menjadikan seorang individu memiliki sikap tertentu, yaitu:
a.Pembawaan (hereditas) , sesuatu yang diturunkan dari orang tua pada anaknya.
b.Lingkungan, merupakan alam kedua yang melingkupi manusia dan di situ manusia baru akan terdidik dengan sendirinya agar bisa melanjutkan hidup.
c.Pengalaman, merupakan segala sifat dari keadaan-keadaan, baik itu manis ataupun pahit yang dirasakan dan cenderung sering terbesit di pikiran manusia.

CASE STUDY :


Studi kasus saya ambil dari berita yang berhubungan dengan salah satu faktor seseorang untuk menggapai cita-citanya yaitu kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan.


JAKARTA, KOMPAS.com — Memutus rantai kemiskinan di negara ini adalah melalui pendidikan, yang harus dibuat merata untuk mereka yang kini tengah hidup di dalam garis kemiskinan itu sendiri.

Pendapat tersebut dilontarkan oleh Direktur Eksekutif Indonesian Street Children Organization (ISCO) Ramida Siringo-ringo, di tengah gelaran "800 Anak Miskin Menggapai Mimpi Bersama ISCO" di Jakarta, Sabtu (11/7). Anak-anak tersebut adalah 800 dari 1.725 anak-anak miskin perkotaan di Jakarta, Medan, dan Surabaya, yang berhasil mengenyam pendidikan gratis di sekolah umum berkat bantuan ISCO.

Ramida menandaskan, berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) pada 2008 lalu tercatat jumlah populasi penduduk miskin di Indonesia mengalami peningkatan, yang mencapai 41,2 juta jiwa. Ironisnya, di tengah kemiskinan, banyak di antara anak-anak yang harus hidup dan tumbuh keras di jalanan tanpa merasakan sentuhan pendidikan sebagai fundamental dasar meraih cita-cita di masa depannya.

"Sehingga kita ingin memutus rantainya sejak sekarang sebab tanpa sentuhan pendidikan formal di usia dini anak-anak itu mudah terseret ke dunia jalanan dan kriminalitas," ujar Ramida.

"Mereka tidak punya apa-apa, bahkan mimpi menjadi dokter atau guru pun tidak berani karena sejak kecil memang tidak pernah sekolah," tambahnya.

Untuk itu, pada Juli 2009 ini Ramida sudah menaikkan targetnya untuk menambah jumlah anak miskin yang bisa bersekolah gratis itu hingga mencapai 2.200 anak. Bahkan, tepat di usianya yang ke-10 tahun ini, ISCO merancang target bisa menyekolahkan 200.000 anak miskin selama 10 tahun ke depan.

Terkait hal itu, Emmy R, perwakilan dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, mengaku upaya tersebut tentu sangat dibutuhkan demi masa depan anak-anak Indonesia.

"Pendidikan sudah menjadi kebutuhan mendasar dan anak-anak ini tengah menjalani golden period dan pembentukan karakternya sehingga harus didukung bukan saja oleh pemerintah melainkan juga masyarakat luas," ujar Emmy.

OPINION :
 cita-cita adalah impian setiap orang baik tua atau pun muda, serta tidak memandang orang tersebut pintar atau bodoh , kaya atau miskin. Salah satu cara  mewujudkan cita-cita tersebut adalah dengan mengenyam bangku pendidikan. Pendapat saya , program pemrintah tentang sekolah gratis untuk anak yang kurang mampu sangat baik diterapkan. Karena dengan pendidikan yang layak, mereka bisa mewujudkan mimpi, harapan serta cita-cita yang mereka harapkan. Apa lagi mereka dapat melanjutkan pendidikan yang layak sampai perguruan tinggi sehingga mereka benar-benar dapat mewujudkan cita-cita mereka,dan akhirnya mereka dapat membantu meringankan beban orang tua mereka karena mereka sudah menjadi orang yang berilmupengetahuan. Tak jarang pula mereka anak-anak yang tidak mampu lebih pintar/pandai diban dingkan anak-anak yang tergolong dari keluarga kaya. Karena mereka mempunyai motivasi untuk hidup menjadi orang yang lebih baik lagi dibandingkan orang yang lebih kaya. Maka sebaiknya pemerintah memperhatikan mereka, supaya mereka tidak merasa terabaikan.



 

Gunadarma BAAK News

Gunadarma BAAK News

Gunadarma BAAK News

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Powered By Blogger
Copyright 2010 Anggun Blogg's. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin l Home Recording l Distorsi Blog